mamaperah[dot]com | Being a mom is really something..! | Mamaperah adalah Ibu Bekerja/Working Mom yang tetap memperjuangkan pemberian ASI dan penerapan pola hidup sehat alami untuk diri sendiri, suami, anak dan keluarga
News

Video Menyusui, Memerah ASI, Menggunakan Cupfeeder

1 Oktober 2012

Teknik menyusui yang benar:

http://www.nbci.ca/index.php?option=com_content&view=article&id=274:bayi-menyusu-sangat-baik&catid=20:video-clips-indonesian&Itemid=56

http://www.nbci.ca/index.php?option=com_content&view=article&id=270:bayi-menyusu-dengan-baik&catid=20:video-clips-indonesian&Itemid=56

Bayi ini menyusu dengan sangat baik pada payudara. Jeda pada bagian dagu ketika bayi membuka mulutnya dengan maksimal, sebelum bayi menutup mulutnya, menunjukkan bahwa mulut bayi telah dipenuhi dengan ASI; semakin lama jeda, maka semakin banyak ASI yang diminum oleh bayi. Oleh karena itu, sangatlah nyata bahwa anjuran untuk menyusui bayi selama 20 menit (10 menit, 30 menit atau berapa pun) pada setiap payudara adalah hal yang tidak masuk akal. Bayi yang menyusu seperti bayi ini selama 20 menit pada satu sisi dengan sangat mudah akan menolak untuk menyusu lagi pada payudara yang kedua karena dia sudah kenyang. Bahkan cara menyusu seperti ini, menyusu sebentar saja sudah akan membuatnya kenyang. Bandingkan bayi ini dengan bayi di video “mengempeng”. Pada video bayi “mengempeng” bisa kita lihat bagaimana seorang bayi bisa menghabiskan waktu yang sangat lama atau berjam-jam pada payudara dan tetap tidak cukup mendapatkan ASI. Ide menyusui bayi dengan jadwal dan jam adalah sangat tidak masuk akal. Jeda pada dagu bayi ini juga bisa kita lihat pada hari-hari pertama kelahiran bayi. Saksikan pada video bayi berusia 2 hari, 28 jam, dan 10 jam

Bayi mengempeng:

http://www.nbci.ca/index.php?option=com_content&view=article&id=279:nibbling&catid=6:video-clips&Itemid=13

Bayi ini berusia delapan minggu dan hampir tidak menyusu sama sekali, walaupun sesekali kita bisa melihat ada jeda pendek pada dagunya. Seorang bayi dengan tipe menyusu seperti ini bisa bertahan pada payudara berjam-jam lamanya dan tetap tidak mendapatkan ASI yang cukup. Harus ada yang kita bantu lakukan disini dan jika kita sudah memperbaiki pelekatan, lalu dibantu kompresi atau menekan pada payudara juga ternyata tetap tidak membantu, maka bayi ini jelas membutuhkan asupan tambahan. Cara terbaik untuk memberikan asupan tambahan adalah dengan alat bantu laktasi langsung pada payudara.

Mengapa?
1. Bayi belajar menyusu dengan menyusu langsung ke payudara
2. Ibu belajar menyusui dengan menyusui langsung dari payudara
3. Bayi terus menyusu dan terus mendapatkan ASI dari payudara sehingga bisa membantu meningkatkan produksi ASI ibu
4. Bayi jadi jarang menolak untuk melakukan pelekatan ke payudara
5. Masih banyak kebaikan dari menyusui langsung pada payudara selain ASI, yang sama pentingnya dengan ASI

 

Cara memerah ASI dengan tangan (hand expressing):

http://www.unicef.org.uk/BabyFriendly/Resources/AudioVideo/Hand-expressing1/

 

Cara menggunakan cupfeeder untuk memberikan ASI Perah kepada baby:

http://www.nbci.ca/index.php?option=com_content&view=article&id=276:memberikan-cairan-dengan-cangkir&catid=20:video-clips-indonesian&Itemid=56

Ini adalah salah satu alternatif bagus dibanding memberikan cairan dengan botol susu. Terutama bagi bayi yang menolak menyusu langsung pada payudara.

Perhatikan bagaimana bayi menjilati dan meminum susu dengan menggunakan lidahnya. Kita tidak menuangkan susunya langsung ke arah mulut dan kerongkongan.

 



Baca juga
  » 2 Agustus 2013
BBG Mamaperah Jakarta 1 goes to Panti Asuhan
BBG Mamaperah Jakarta 1

  » 29 November 2012
Kualitas ASI Perah vs ASI Yang Langsung Disusukan
Apakah kualitas ASI Perah sama dengan ASI yang langsung disusukan? Jika ya, zat apa yang berkurang?

  » 29 November 2012
Diet Sehat Alami Mamaperah : ASI Melimpah dan Berkualitas, Mama Langsing
Mindsetnya adalah INVESTASI KESEHATAN JANGKA PANJANG

  » 29 November 2012
GROWTH SPURT PERIODS
Baby REWEL dan SERBA SALAH

  » 29 November 2012
Pros vs Cons ASI BOOSTER
Yang Fresh Alami vs Ekstrak/Suplemen